MamahDede.com

Situs Parenting Indonesia

Puisi Buat Mamah “Bersabarlah Bunda, Kelak Kau Akan Merindukannya”

Posted in Bayi

MamahDede.com – Sebuah puisi dari seorang ibu di Facebooknya menjadi viral di media sosial. Puisi tentang nasehat kepada kaum ibu ini di share berkali-kali di Facebook. Puisi ini mengajak ibu dan orang tua pada umumnya untuk sabar, tabah dan kuat dalam merawat anaknya. Bahwa sebenarnya hal-hal merepotkan tersebut akan berlalu dengan tanpa terasa. Kelak tahu-tahu kita akan merindukan masa-masa merawatnya. Berikut Puisi Buat Mamah “Bersabarlah Bunda, Kelak Kau Akan Merindukannya” yang telah dibaca banyak ibu dan menginspirasi tersebut:

tak terasa kau sudah tumbuh dewasa

Bersabarlah Wahai Ibu, Waktumu Hanya Sebentar

Bersabarlah wahai ibu, jika anakmu mengujimu…
dengan rumah yang tak pernah rapi
dengan ocehannya yang bertanya berulang-ulang hal yang ia suka
dengan manjanya

dengan aktifnya ia berjalan ke sana ke mari yang harus kau kejar dengan peluh
dengan gaya tutup mulutnya dari
masakan yang kau buat..
Bersabarlah wahai ibu..

dengan ‘perlengkapan’ perang anak berupa sendok dan gunungan tanah di terasmu
dengan robekan majalah yang bertebaran serpihannya dan selipan di antara sofamu
Dengan rasa percaya dirinya yang amat besar tak mau kau suapi walau belepotan
dengan pilah-pilihnya dia pada baju kesayanganya walau sudah kumal
Dengan seabreg rutinitas mengobrak-abrik susunan buku di dalam rak bukumu..
Bersabarlah wahai ibu..

jangan kau buat luka yang tak pernah kering dengan bentakanmu
jangan kau pupuskan harapannya dengan merendahkan percobaanya, walau
hasilnya berantakan, karena kurang sabarnya kau melihat ia berlatih
menyuapi dirinya..

puisi ibu tua di gendong

Jangan kau hambat perkembangan otaknya dengan
ribuan larangan yang sebenarnya tak berbahaya bagi dirinya, hanya karena
lelahnya kau rapikan peralatan percobaannya..
Bersabarlah wahai ibu..

Jangan kau paksakan didikan generasimu diturunkan padanya, yang
sejatinya masanya dan masamu jauh berbeda, begitu pula kebutuhannya dan
kebutuhanmu kala itu berbeda
Jangan kau tanyakan kenapa dan
kenapa terus menerus ketika ia melakukan kesalahan, karrna sejatinya ia
tak mengerti kesalahan yang ia perbuat
Berlemah lembutlah dalam menegur kelalaiannya..
bukankah kelembutan menghasilkan kebaikan?
Bersabarlah wahai ibu..

belajarlah tak mengenal lelah dalam tahapan perkembangannya.
Berjiwa besarlah wahai ibu, dalam menghadapi semua kekurangannya
Pecutlah semangat perbaikan akhlakmu yang kan menyelaraskan baiknya akhlak anakmu..
Luruskanlah dan perbaharuilah setiap niatmu dalam mendidik anak, yang
kelak semoga mencetak generasi berikutnya menjadi lebih baik..
karena..

Tak terasa waktu bergulir amat cepat..
Putri manismu yang dulu selalu meminta digendong ke sana ke mari..
sampai-sampai memasakpun ia merajuk untuk digendong, karena penasarannya pada apa yang ada dalam kuali..
Tak terasa tau-tau ia sudah tumbuh dewasa dan menjadi seorang gadis yang tak bisa lagi kau gendong..

tak mau lagi kau ciumi dengan manja..
Tak memintamu lagi, untuk jalan-jalan sore, menatap daun-daun kekuningan dengan sepeda mininya lagi..

Tak bisa lagi kau ciumi wangi keringat di pagi harinya..
Ya! kini ia sudah jauuuhhh di depanmu..
Tak terasa waktu bergulir amat cepat..
Putra kecilmu yang dulu selalu meminta mainan baru
yang setiap pagi, seusai mandi, mengeluarkan pritilan robot robotan
yang tak terbilang banyaknya di lantai ruang mainnya yang sudah kau
rapikan..
Yang kadang merengek sesenggukan meminta main hujan-hujanan..
Yang dengan wajah ‘sandiwara’ nya memerankan jagoan kesukaannya sambil tertawa..
Kini..

Ia tak bisa lagi kau gendong..
Ia tak mau lagi kau ajak bermain kucing-kucingan..
Ia tak mampu lagi kau jewer telinganya, karena tak mendengar titahmu..
Kini ia sudah dewasa, suaranya sudah berat dan dadanya tegap..
Ukirlah masa indah mereka dengan segunung kesabaranmu, karena masa-masa
indah itu hanya sebentar, sebagaimana sebentarnya matahari terbenam di
waktu senja.

Close
Please support the site
By clicking any of these buttons you help our site to get better